Tanah longsor terjadi saat gaya gravitasi pada lereng melebihi gaya kohesi tanah. Faktor pemicu utama adalah hujan lebat yang menjenuhkan tanah, gempa bumi, erosi kaki lereng, dan penggundulah hutan yang menghilangkan akar pengikat tanah.
Tanah lempung memiliki kohesi tinggi namun kehilangan kekuatan drastis saat jenuh air. Pasir dan kerikil (gravel) mudah longsor pada kemiringan di atas sudut gesek dalam (φ). Batuan lapuk rentan terhadap longsoran baji dan longsoran bidang.
Penanganan meliputi sistem drainase untuk menurunkan muka air tanah, penghijauan lereng, pemasangan bronjong dan dinding penahan, serta perataan sudut lereng. Pemetaan zona rawan dilakukan dengan analisis kestabilan lereng menggunakan metode irisan (Bishop, Fellenius).