Tsunami paling sering dipicu oleh gempa bumi bawah laut dengan magnitudo di atas 7.0 Mw. Pergerakan vertikal dasar laut memindahkan kolom air secara tiba-tiba, menghasilkan gelombang berenergi sangat besar.
Di lautan dalam, tsunami bergerak dengan kecepatan 700–1000 km/jam namun ketinggiannya hanya 0.5–1 meter. Saat mendekati pantai dan laut menjadi dangkal, gelombang melambat namun ketinggiannya bisa mencapai 10–30 meter (efek shoaling).
Sistem peringatan dini (early warning system) menggunakan sensor tekanan bawah laut (DART buoy) untuk mendeteksi perubahan muka air. Waktu evakuasi bisa berkisar 10 menit hingga beberapa jam tergantung jarak episentrum.