Erupsi terjadi saat tekanan magma di dalam kantong magma melebihi kekuatan batuan di atasnya. Magma yang kaya gas naik melalui saluran utama dan keluar sebagai lava, abu vulkanik, gas SO&sub2;, dan piroklastik.
Erupsi efusif menghasilkan aliran lava yang perlahan, sedangkan erupsi eksplosif melemparkan material piroklastik jauh ke udara. Indeks VEI (Volcanic Explosivity Index) mengukur skala ledakan dari 0 (lemah) hingga 8 (sangat dahsyat).
Abu vulkanik dapat menjangkau ratusan kilometer dan mengganggu penerbangan. Pemantauan dilakukan via seismograf, GPS, dan sensor gas. Radius bahaya ditetapkan berdasarkan potensi aliran piroklastik dan lahar.